You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lapak PKL dan Parkir Liar di Jl Petamburan Dikeluhkan
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Lapak PKL dan Parkir Liar di Jl Petamburan Dikeluhkan

Warga Kelurahan Petamburan mengeluhkan keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar disepanjang Jalan Petamburan II, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Awalnya sedikit, tapi semakin lama semakin banyak yang jualan dan parkir

Pantauan Beritajakarta.com, puluhan lapak pedagang makanan serta mobil terlihat berjajar dan parkir di bahu jalan. Sehingga jalan yang harusnya bisa dilalui dua kendaraan roda empat, kini hanya bisa dilalui satu kendaraan, lantaran penyempitan akibat banyaknya lapak pedagang dan kendaraan yang parkir.

Khairul Anam (33), warga sekitar mengatakan, jika keberadaan lapak PKL tersebut sudah lama, namun belum pernah ditertibkan.

Lapak PKL di Jl Manunggal Juang II Ditertibkan

"Awalnya sedikit, tapi semakin lama semakin banyak yang jualan dan parkir. Jadi kalau lagi banyak kendaraan melintas timbul antrian," katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (15/7).

Ia berharap pihak terkait untuk segera menertibkan, sebab jika dibiarkan dikhawatirkan jumlah lapak dan parkir liar semakin banyak. "Kalau bisa segera ditertibkan," tandasnya.

Lurah Petamburan, M Rodi mengatakan, jika pihaknya telah memberikan imbauan kepada pemilik lapak dan pemilik kendaraan, berikutnya dirinya akan dikirimkan surat peringatan 1, 2 dan 3 sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Minggu depan mungkin saya akan tertibkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11441 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1349 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1296 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1284 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye995 personBudhi Firmansyah Surapati